Breaking News

Sarana & Prasarana Budidaya

Deskripsi laboratorium Hatchery Air Laut yang ada di SUPM

Laboratorium Hatchery air laut, adalah salah satu bangunan penunjang kegiatan belajar siswa, termasuk dalam bagian sarana dalam pelaksanaan pendidikan bagi siswa/i SUPM Negeri Waiheru Ambon. Laboratorium Hatchery Air Laut ini berukuran 30 m  x 15 m yang kemudian terbagi dalam beberapa bagian-bagian penting didalamnya. Hatchery air laut terdiri dari bagian Budidaya ikan Hias, bagian Pendederan, Bagian Pembenihan (penetesan telur), pemeliharan dan selection induk, pemeliharaan larva, bagian kultur pakan alami, dan laboratorium mini untuk mengukur kualitas air dan mengenditifikasi penyakit ikan (HPI).

Bagian budidaya ikan hias terdapat di bagian depan pintu masuk berhadapan langsung dengan kantor Hatchery Air laut, wadah yang digunakan berupa aquarium  dengan berbagai ukuran sesuai dengan jenis ikan yang dipelihara. Beberapa jenis ikan hias yang dipelihara adalah ikan nemo ( clown fish), ikan Nemo Pink, Ikan Nemo Biak Hitam, ikan betok Ambon (Blue devil) dan beberapa jenis ikan cantik lainnya yang ditangkap diperairan sekitar dengan menggunakan alat tangkap jaring milik SUPM Negeri Ambon.

Bagian pemeliharaan dan seleksi induk ikan adalah bagian pemeliharaan induk yangsudah matang gonad yang siap untuk dipijahkan secara buatan.  Induk yang didapatkan dari alam  dipelihara sampai matang gonad kemudian dipijahkan, hasil dari pemijahan tersebut kemudian ditetaskan di bagian penetasan telur selanjutnya dibesarkan di bagian pemeliharaan larva.

Bagian penetasan telur, adalah ruangan budidaya tertutup yang berada di tengah bangunan, dilengkapi dengan satu pintu  masuk dan keluar, dibuat tertutup untuk menjaga suhu kamar dalam ruangan agar tetap hangatdan suhu tetap dalam kondisi stabil. Wadah/bak  terbuat dari beton atau wadah  permanen. Adapun kegiatan terkait yang dilakukan adalah kegiatan praktek penetasan telur ikan jenis kerapu bebek dan kerapu macan.

Bagian pemeliharaan larva berada berdampingan dengan bagian penetasan telur.  Bagian ini digunakan untuk memelihara larva dari telur ikan yang sudah menetas dari ukuran beberapa micron sampai dengan ukuran 1 cm dan setelah 1 cm ikan dipindahkan ke bagian pendederan.

Bagian Pendederan letaknya berdampingan dengan pintu keluar.  Wadah yang digunakan adalah bak  yang terbuat dari fiber, dibuat dengan ukuran maximum volume 2,5 Ton.  Adapun ikan yang dipelihara adalah jenis ikan yang bersifat komersial, seperti ikan kerapu bebek, ikan kerapu macan, ikan kerapu cantang, dan ikan kuwe lilin. Teknisnya adalah memelihara ikan dari ukuran 2 – 3 cm kemudian dipelihara sampai dengan ukuran 7 – 10 cm dan dijual kembali kepada nelayan sekitar pulau ambon dan juga di luar pulau ambon, selain digunakan untuk praktek siswa juga digunakan sebagai salah satu kewirausahaan siswa yang sangat familiar disebut TEFA yaitu Teaching Factory di mana kegiatan  ini adalah sistem yang mengajarkan siswa/I SUPM Negeri Ambon tentang teknik Budidaya seperti yang diterapkan pada perusahaan perusahaan budidaya ikan lainnya di mana di dalamnya menerapkan tentang teknik budidaya dan sistem managerial sampai ke pemasarannya.

Selanjutnya adalah bagian kultur pakan alami, terletak dibagian belakang bangunan, wadah yang digunakan adalah wadah fiber dengan ukuran maksimal 6 ton. Dipakai untuk kultur plankton jenis artemia, rotifer, dan phyto plankton untuk kegiatan penetasan dan pemeliharaan larva.

Laboratorium mini Hatchery air laut SUPM Negeri Waiheru Ambon berukuran 2,5 m x 2,5 m  yang digunakan khusus untuk menganalisa kualitas air air laut sebagai media untuk budidaya ikan-ikan air laut baik untuk ikan konsumsi maupun ikan hias. Laboratorium hatchery ini dilengkapi dengan alat-alat kualitas air seperti : DO meter, Salinometer, pH meter, timbangan analitik, mikroskop, Thermometer, Ammonium meter, Nitrit test, Nitrat test, Refraktometer, Tabung oxygen, Kateter selang, Filter bag, Automatic Water Heater dan media untuk analisa seperti tabung reaksi, gelas kimia dengan berbagai ukuran/volume, Erlenmeyer dengan berbagai ukuran/volume. Keunggulannya adalah siswa dengan mudah melakukan praktek pengukuran kualitas air dengan menggunakan alat-alat tersbut di atas karena lokasi laboratorium dekat dengan lokasi pendederan, pemeliharaan induk dan pembesaran ikan hias.

Hatchery air laut milik SUPM Negeri Ambon sudah bisa dikatakan lengkap namun dalam perjalannya selalu diperbaharui mengenai kelengkapannya, hal ini dimaksudkan agar siswa/I SUPM Negeri Waiheru Ambon dapat memiliki sarana dengan standar yang sesuai dan diharapkan pengalaman praktek yang mereka lakukan di bagian ini dapat mengasah ketrampilan sesuai dengan jurusan yang dipilihnya dan lebih dari pada itu dengan menggunakan system Teaching factory siswa diharapkan tidak kaget dengan system kegiatan atau managerial yang dipakai di perusahaan perusahaan perikanan terkhususnya dibagian budidaya. Tentu saja hasil yang diharapkan adalah lulusan lulusan dengan kemampuan yang handal dan siap langsung terjun dilapangan atau menjadi pengusaha pengusaha muda yang dapat membuka mata pencaharian baru untuk masyarakat sekitarnya.


Deskripsi Hatchery Air Tawar SUPM Waiheru Ambon

Instalasi Budidaya air tawar /Hatchery air tawar SUPM Waiheru di bangun pada Tahun 2012  dengan  luas lahan ± 900 m²dan mulai beroperasi pada awal tahun 2013. Pembangunan hatchery merupakan manifestasi dari pembukaan jurusan Teknologi Budidaya Perikanan di SUPM Waiheru Ambon pada Tahun 2010.

Keberadaan Hatchery air tawar  sebagai salah satu sarana pendidikan di SUPM memiliki peranan yang sangat penting Karena berfungsi sebagai wadah pembelajaran praktikum siswa jurusan budidaya perikanan dimana kurikulum pembelajaran di SUPM terdiri 30% teori dan 70% nya adalah praktikum. dimana Ikan air tawar merupakan salah satu komoditi yang kompetensinya diajarkan pada proses pembelajaran di SUPM pada jurusan Budidaya perikanan.

Sarana Pendidikan instalasi air tawar berfungsi sebagai sarana praktek siswa yang terkait dengan mata pelajaran, juga sebagai tempat pelaksanaan TEACHING FACTORY (TEFA), pada kegiatan ini, siswa mengikuti proses pembelajaran layaknya bekerja diperusahaan, mereka tidak hanya mempelajari komoditi tersebut tetapi di ajarkan bagaiman untuk bisa memproduksi dan memasarkan komoditi, sehingga bisa menjadi alternative mata pencaharian. Seperti diketahui bahwa di Maluku, untuk budidaya air tawar masih sangat langka, sedangkan pangsa pasar untuk ikan air tawar sangat tinggi terutama masyarakat pendatang dari luar Maluku seperti Jawa, Sulawesi, Sumatera.Melihat peluang tersebut, sehingga siswa melalui arahan dan bimbingan guru mencoba menangkap peluang tersebut dengan melakukan produksii dan penjualan ikan air tawar yang dilakukan di Instalasi air tawar.kegiatan usaha tersebut dinamakan TEFA.

Adapun keungulan dari Instalasi Hatchery Budidaya Air tawar ini adalah sebagai berukut :

  1. Penyediaan  ikan konsumsi,  jenis nila, ikan patin, dan ikan mas bagi konsumen yang membutuhkan
  2. Penyediaan ikan hias : koi, koki, dan ikan cupang bagi masyarakat yang membutuhkan
  3. Penyediaan pakan alami : cacing, tubife

Deskripsi Tambak SUPM Waiheru Ambon

Tambak

 

 

 

 

 

Tambak SUPM Negeri Waiheru Ambon berlokasi di Desa Kairatu, Kec. Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat, Propinsi Maluku merupakan aset milik Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki fungsi dan berperan sebagai unit prouduksi, lahan pemahiran bagi siswa Waiheru Ambon. Di samping itu Tambak SUPM Negeri Bone tersebut juga berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan Praktek Kerja Lapang (PKL), magang serta kegiatan penelitian oleh mahasiswa.

kegiatan di Tambak SUPM Negeri Bone dilakukan oleh siswa tingkat I, II dan III program studi Budidaya Perikanan yaitu meliputi : teknik pembesaran ikan air payau, pengolahan kualitas air, alat & mesin perikanan, pakan alami dan buatan, serta mata pelajaran budidaya perikanan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »